Panduan 2024-12-28

Panduan: Melakukan Backup Data yang Efektif dan Aman

Panduan: Melakukan Backup Data yang Efektif dan Aman

Pentingnya Backup Data

Backup data adalah garis pertahanan terakhir terhadap berbagai ancaman seperti ransomware, kerusakan hardware, human error, dan bencana alam. Tanpa backup yang baik, organisasi berisiko kehilangan data kritis yang dapat berdampak pada operasional dan kelangsungan bisnis.

Aturan Backup 3-2-1

Strategi backup yang direkomendasikan mengikuti aturan 3-2-1:

  • 3 salinan data: Data asli plus 2 backup
  • 2 jenis media berbeda: Contoh: hard drive internal dan external/cloud
  • 1 salinan offsite: Backup di lokasi geografis berbeda

Evolusi ke 3-2-1-1-0

Untuk perlindungan yang lebih kuat terhadap ransomware modern:

  • 1 salinan offline/air-gapped: Tidak terhubung ke jaringan
  • 0 errors: Verifikasi backup secara berkala

Jenis-jenis Backup

1. Full Backup

Deskripsi: Menyalin seluruh data Kelebihan: Pemulihan paling cepat dan sederhana Kekurangan: Membutuhkan storage besar, waktu backup lama Rekomendasi: Lakukan weekly atau bi-weekly

2. Incremental Backup

Deskripsi: Menyalin hanya data yang berubah sejak backup terakhir Kelebihan: Cepat, hemat storage Kekurangan: Pemulihan lebih kompleks (perlu full + semua incremental) Rekomendasi: Lakukan daily

3. Differential Backup

Deskripsi: Menyalin data yang berubah sejak full backup terakhir Kelebihan: Pemulihan lebih cepat dari incremental Kekurangan: Storage lebih besar dari incremental seiring waktu Rekomendasi: Alternatif jika pemulihan cepat prioritas

Strategi Backup yang Direkomendasikan

Untuk Data Kritis

  • Full backup: Mingguan (weekend)
  • Incremental backup: Harian
  • Retensi: 30 hari minimum
  • Offsite copy: Daily sync ke lokasi remote

Untuk Sistem/Server

  • Image-based backup: Mingguan
  • Configuration backup: Setelah setiap perubahan
  • Database backup: Berdasarkan RPO requirement

Media dan Lokasi Backup

On-Premises Options

Network Attached Storage (NAS) - Mudah dikelola - Akses cepat untuk recovery - Risiko: sama dengan sistem utama jika ransomware menyebar

Tape Backup - Biaya per GB rendah untuk volume besar - Durabilitas tinggi - Ideal untuk air-gapped backup

External Hard Drive - Portable - Biaya terjangkau - Cocok untuk backup individual atau small office

Cloud Backup

Kelebihan: - Otomatis offsite - Skalabilitas tinggi - Managed infrastructure

Pertimbangan: - Bandwidth untuk backup/restore - Biaya ongoing - Compliance dan data sovereignty

Best Practices

1. Otomatisasi

  • Gunakan software backup dengan scheduling
  • Jangan mengandalkan backup manual
  • Setup alerting untuk backup failures

2. Enkripsi

  • Enkripsi backup saat transit dan at rest
  • Kelola encryption keys dengan aman
  • Dokumentasikan prosedur dekripsi

3. Verifikasi dan Testing

  • Test restore secara berkala (minimal quarterly)
  • Verifikasi integritas data backup
  • Dokumentasikan hasil testing

4. Dokumentasi

  • Catat prosedur backup dan restore
  • Maintain inventory of backup systems
  • Update dokumentasi saat ada perubahan

5. Monitoring

  • Monitor backup jobs completion
  • Track storage utilization
  • Alert on failures atau anomalies

Recovery Point Objective (RPO) dan Recovery Time Objective (RTO)

RPO - Berapa banyak data yang bisa hilang?

  • Menentukan frekuensi backup
  • Contoh: RPO 24 jam = backup harian minimum

RTO - Berapa lama sistem boleh down?

  • Menentukan strategi dan teknologi backup
  • Contoh: RTO 4 jam = perlu backup yang cepat di-restore

Kesimpulan

Backup yang efektif memerlukan perencanaan, implementasi yang tepat, dan testing berkala. Dengan mengikuti panduan ini, organisasi dapat memastikan data terlindungi dan dapat dipulihkan saat dibutuhkan.

Untuk bantuan dalam menyusun strategi backup, hubungi BAZNAS-CSIRT.

Tags: backup disaster-recovery best-practices storage

Artikel Terkait

Butuh Bantuan atau Ingin Melaporkan Insiden?

Hubungi BAZNAS-CSIRT untuk konsultasi keamanan siber.

csirt@baznas.go.id