Panduan: Melakukan Backup Data yang Efektif dan Aman
Pentingnya Backup Data
Backup data adalah garis pertahanan terakhir terhadap berbagai ancaman seperti ransomware, kerusakan hardware, human error, dan bencana alam. Tanpa backup yang baik, organisasi berisiko kehilangan data kritis yang dapat berdampak pada operasional dan kelangsungan bisnis.
Aturan Backup 3-2-1
Strategi backup yang direkomendasikan mengikuti aturan 3-2-1:
- 3 salinan data: Data asli plus 2 backup
- 2 jenis media berbeda: Contoh: hard drive internal dan external/cloud
- 1 salinan offsite: Backup di lokasi geografis berbeda
Evolusi ke 3-2-1-1-0
Untuk perlindungan yang lebih kuat terhadap ransomware modern:
- 1 salinan offline/air-gapped: Tidak terhubung ke jaringan
- 0 errors: Verifikasi backup secara berkala
Jenis-jenis Backup
1. Full Backup
Deskripsi: Menyalin seluruh data Kelebihan: Pemulihan paling cepat dan sederhana Kekurangan: Membutuhkan storage besar, waktu backup lama Rekomendasi: Lakukan weekly atau bi-weekly
2. Incremental Backup
Deskripsi: Menyalin hanya data yang berubah sejak backup terakhir Kelebihan: Cepat, hemat storage Kekurangan: Pemulihan lebih kompleks (perlu full + semua incremental) Rekomendasi: Lakukan daily
3. Differential Backup
Deskripsi: Menyalin data yang berubah sejak full backup terakhir Kelebihan: Pemulihan lebih cepat dari incremental Kekurangan: Storage lebih besar dari incremental seiring waktu Rekomendasi: Alternatif jika pemulihan cepat prioritas
Strategi Backup yang Direkomendasikan
Untuk Data Kritis
- Full backup: Mingguan (weekend)
- Incremental backup: Harian
- Retensi: 30 hari minimum
- Offsite copy: Daily sync ke lokasi remote
Untuk Sistem/Server
- Image-based backup: Mingguan
- Configuration backup: Setelah setiap perubahan
- Database backup: Berdasarkan RPO requirement
Media dan Lokasi Backup
On-Premises Options
Network Attached Storage (NAS) - Mudah dikelola - Akses cepat untuk recovery - Risiko: sama dengan sistem utama jika ransomware menyebar
Tape Backup - Biaya per GB rendah untuk volume besar - Durabilitas tinggi - Ideal untuk air-gapped backup
External Hard Drive - Portable - Biaya terjangkau - Cocok untuk backup individual atau small office
Cloud Backup
Kelebihan: - Otomatis offsite - Skalabilitas tinggi - Managed infrastructure
Pertimbangan: - Bandwidth untuk backup/restore - Biaya ongoing - Compliance dan data sovereignty
Best Practices
1. Otomatisasi
- Gunakan software backup dengan scheduling
- Jangan mengandalkan backup manual
- Setup alerting untuk backup failures
2. Enkripsi
- Enkripsi backup saat transit dan at rest
- Kelola encryption keys dengan aman
- Dokumentasikan prosedur dekripsi
3. Verifikasi dan Testing
- Test restore secara berkala (minimal quarterly)
- Verifikasi integritas data backup
- Dokumentasikan hasil testing
4. Dokumentasi
- Catat prosedur backup dan restore
- Maintain inventory of backup systems
- Update dokumentasi saat ada perubahan
5. Monitoring
- Monitor backup jobs completion
- Track storage utilization
- Alert on failures atau anomalies
Recovery Point Objective (RPO) dan Recovery Time Objective (RTO)
RPO - Berapa banyak data yang bisa hilang?
- Menentukan frekuensi backup
- Contoh: RPO 24 jam = backup harian minimum
RTO - Berapa lama sistem boleh down?
- Menentukan strategi dan teknologi backup
- Contoh: RTO 4 jam = perlu backup yang cepat di-restore
Kesimpulan
Backup yang efektif memerlukan perencanaan, implementasi yang tepat, dan testing berkala. Dengan mengikuti panduan ini, organisasi dapat memastikan data terlindungi dan dapat dipulihkan saat dibutuhkan.
Untuk bantuan dalam menyusun strategi backup, hubungi BAZNAS-CSIRT.